Ada Firman Tuhan yg bisa langsung dimengerti tanpa harus dialami dulu. Kita tidak perlu menjadi pencuri untuk mengerti Firman Tuhan yg mengatakan "jangan mencuri". Kita juga tidak perlu jadi pembunuh dulu utk mengerti Firman "jangan membunuh". Tapi ada Firman Tuhan yg harus dialami dulu baru bisa dimengerti, misalnya: kita tidak pernah tahu artinya mengampuni sebelum hati kita disakiti lebih dulu. Demikian juga dalam hal mengucap syukur. Kita tidak pernah mengerti artinya mengucap syukur karena sehat sebelum pernah mengalami sakit. Kita tidak bisa mengucap syukur saat berkecukupan sebelum pernah mengalami kekurangan. Firman Tuhan hanya akan menjadi "pengetahuan" bila tidak dilakukan, tetapi punya kuasa yg besar ketika dilakukan dengan iman. Karena itu, mengucap syukur adalah suatu tindakan melakukan Firman Tuhan, suatu ketaatan terhadap Firman Tuhan. Oleh sebab itu ada kuasa yg besar dalam mengucap syukur karena pada hakekatnya itu melakukan Firman. Apa kuasa yg ada di dalam mengucap syukur ? Seberapa besar kuasa itu? Temukan rahasianya di khotbah minggu ini.